LDII Konsolidasikan Keputusan Strategis Jelang Munas X 2026

Jakarta (18/2). Ketua Umum DPP LDII Chriswanto Santoso menyatakan Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) LDII merupakan forum tertinggi kedua setelah Musyawarah Nasional (Munas) yang berfungsi mengkonsolidasikan keputusan strategis terkait pelaksanaan Munas X LDII 2026. Hal itu disampaikannya saat membuka Rapimnas bertema “Konsolidasi Nasional Penguatan Kontribusi LDII Untuk Bangsa” di Gedung Serbaguna DPP LDII, Senayan, Jakarta, Senin (16/2).

Menurutnya, Rapimnas bukan sekadar agenda rutin organisasi, melainkan forum penting untuk memastikan setiap keputusan tetap legal dan sesuai tata aturan. Ia menegaskan salah satu fokus Rapimnas adalah menyiapkan transisi kepengurusan agar berjalan mulus menjelang berakhirnya masa bakti DPP LDII periode 2021–2026. “Kami ingin proses transisi berjalan mulus, smooth landing atau mendarat mulus, sehingga kepengurusan baru dapat langsung bekerja dengan baik tanpa kendala keberlanjutan,” ungkapnya.

Munas X LDII direncanakan berlangsung pada pertengahan 2026 dengan menghimpun aspirasi dari DPW dan DPD LDII di seluruh Indonesia. Chriswanto menyebut persiapan Munas telah mencapai sekitar 75 persen, serta akan disertai penandatanganan sejumlah nota kesepahaman dengan berbagai pemangku kepentingan untuk mendukung program pemerintah. “DPP LDII perlu fleksibilitas untuk menyelenggarakan Munas. Sebab itu, diperlukan mandat yang memungkinkan pelaksanaan Munas ditunda jika tidak bisa tepat waktu,” tegas KH Chriswanto. 

Ia menambahkan, delapan bidang pengabdian LDII dinilai telah selaras dengan agenda pembangunan nasional, termasuk konsep Asta Cita pemerintahan Prabowo Subianto. Fokus organisasi ke depan adalah memperkuat dan mensinergikan program prioritas agar lebih relevan dan berdampak bagi masyarakat.

Sementara itu, Ketua DPP LDII Sudarsono selaku Ketua Panitia Pengarah Rapimnas mengatakan bidang lingkungan hidup menjadi salah satu perhatian utama dalam agenda Munas mendatang. Program tersebut diarahkan untuk meningkatkan kesadaran warga terhadap pelestarian lingkungan dan ketahanan pangan. “Kita menyadari bahwa bumi ini hanya satu. Jika rusak, kita tidak memiliki alternatif tempat tinggal lain untuk diwariskan kepada generasi mendatang,” kata Sudarsono.

Sebagai implementasi gerakan ramah lingkungan, Rapimnas 2026 mendorong peserta menggunakan tumbler guna mengurangi sampah plastik dari botol minuman sekali pakai. Kebijakan tersebut sejalan dengan komitmen LDII yang sebelumnya juga mengampanyekan sistem paperless dalam berbagai kegiatan organisasi.

Rapimnas LDII diikuti sekitar 150 peserta secara langsung di Jakarta serta sekitar 1.500 peserta lainnya yang mengikuti dari 375 studio di 37 provinsi. Peserta terdiri atas pengurus DPW, DPD kabupaten/kota, serta dewan penasehat di tingkat provinsi dan daerah.

Dita Lines

Learn More →

Leave a Reply