Lines (23/4) — Ketua Umum DPP LDII, KH Chriswanto Santoso, menekankan pentingnya peran media dalam menghadapi era post-truth, di mana kebenaran seringkali dikaburkan oleh opini yang emosional dan menyesatkan. Pernyataan tersebut disampaikannya dalam acara “Silaturahim Syawal KIM dan LINES DPP LDII” yang digelar pada Minggu (20/4).
“Di era digital saat ini, kemudahan mengakses informasi ibarat pisau bermata dua. Informasi keliru dapat diyakini sebagai kebenaran, inilah yang disebut post-truth,” ujar KH Chriswanto.
Menurutnya, media memiliki tanggung jawab besar untuk menyajikan informasi yang berasaskan kejujuran dan kebenaran. “Tugas media adalah meluruskan informasi, bukan memperkuat narasi sesat yang menyimpang dari fakta,” tegasnya.
Ia menjelaskan, persepsi publik dapat dipengaruhi oleh komunikasi yang buruk, sehingga sesuatu yang positif bisa dinilai negatif. “Di sinilah pentingnya peran media dalam membangun persepsi yang benar agar tidak tercipta stigma yang salah di masyarakat,” tambahnya.
Lebih lanjut, KH Chriswanto menyebut bahwa era post-truth telah menciptakan dunia tanpa batas (borderless), di mana opini dapat dengan mudah menyebar dan dianggap sebagai kebenaran, bahkan lebih dipercaya daripada data dan fakta. Karena itu, ia mengajak masyarakat untuk meningkatkan literasi digital dan bijak dalam menyaring informasi.
“Saring sebelum sharing adalah keharusan. Bedakan mana informasi yang benar dan mana yang hoaks, agar masyarakat mendapatkan informasi berkualitas dan sesuai fakta,” ujarnya.
Ia juga menyinggung bahwa LDII kerap menjadi sasaran post-truth oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab. Oleh karena itu, ia mendorong Komunikasi, Informasi, dan Media (KIM) serta LDII News Network (LINES) untuk terus menyebarluaskan informasi yang benar kepada publik. “Kami memberikan ruang gerak yang luas bagi KIM dan LINES untuk memanfaatkan era digital sebagai sarana dakwah dan penyampaian informasi berkualitas,” jelasnya.
Senada dengan hal itu, Ketua DPP LDII, Rulli Kuswahyudi, menyatakan bahwa pembentukan LINES merupakan bagian dari strategi menghadapi post-truth. “Kami ingin menyampaikan informasi yang benar mengenai LDII, termasuk dalam upaya mewujudkan generasi berkarakter luhur,” ujar Rulli.
Ia menambahkan, perkembangan media sosial perlu diimbangi dengan peningkatan keterampilan literasi digital agar masyarakat mampu menggunakan media dengan bijak. “Dunia maya adalah medan perang baru di era new media. Kita harus memanfaatkannya semaksimal mungkin untuk menyampaikan kontribusi dan karya LDII,” katanya.
Untuk mewujudkan program tersebut, Rulli menegaskan pentingnya dukungan tim yang solid dan peran keluarga dalam mendukung kelancaran kerja LINES. “Melalui silaturahim ini, kami berharap terjalin kedekatan emosional antarawak media dan keluarganya, agar terbangun hubungan yang sehat dan harmonis dalam menjalankan amal sholeh bersama,” pungkasnya.
