Jatinangor (8/2) — DPW LDII Jawa Barat menggelar Business Workshop Akademi Entrepreneur LDII di Graha Aulia, Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Sabtu (31/1/2026). Kegiatan ini bertujuan membekali generasi muda dengan keterampilan kewirausahaan guna mendorong lahirnya pengusaha muda yang mandiri dan berdaya saing.
Dalam kegiatan tersebut, Polda Jawa Barat berharap LDII turut berperan membantu kepolisian dalam membina generasi muda, khususnya yang berpotensi terlibat geng motor, agar tercipta situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) yang kondusif. Harapan itu disampaikan dalam pembukaan kegiatan yang dihadiri jajaran kepolisian dan pengurus LDII Jawa Barat.
Ketua DPW LDII Jawa Barat Dicky Harun menyampaikan bahwa LDII selama ini konsisten melakukan pembinaan generasi muda agar tidak terjerumus ke dalam aktivitas negatif. Menurutnya, pembinaan karakter, keagamaan, dan kemandirian ekonomi menjadi bagian penting dalam membentengi generasi muda dari pengaruh pergaulan yang merugikan.
“LDII terus membina generasi muda agar memiliki karakter religius, mandiri, dan berakhlak, sehingga tidak mudah terpengaruh pergaulan negatif seperti geng motor,” ujar Dicky.
Ia juga menyoroti kondisi ekonomi yang dinilai tidak menentu. Oleh karena itu, LDII mendorong generasi muda untuk menjadi entrepreneur agar tidak hanya bergantung pada lapangan kerja formal, tetapi mampu menciptakan peluang usaha secara mandiri.
“Melalui akademi entrepreneur ini, kami ingin membangun kemandirian ekonomi generasi muda LDII agar mampu menciptakan lapangan kerja dan memberikan manfaat bagi masyarakat luas,” katanya.
Selain pembinaan ekonomi, Dicky mengungkapkan bahwa Kapolda Jawa Barat juga berharap masjid-masjid LDII dapat difungsikan sebagai rest area bagi pemudik saat Lebaran. LDII, kata dia, siap mendukung upaya kepolisian dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat guna menjaga kenyamanan dan keamanan selama arus mudik.
Sementara itu, mewakili Kapolda Jawa Barat, AKBP Ade Hermanto mengapresiasi inisiatif LDII dalam menyelenggarakan Akademi Entrepreneur. Ia menilai kegiatan tersebut dapat membentuk generasi muda yang inovatif, kreatif, produktif, serta berani mengambil risiko dalam berwirausaha.
“Kami tidak bisa bekerja sendiri. Perlu dukungan semua pihak, termasuk warga LDII, dalam menciptakan situasi kamtibmas yang kondusif melalui kegiatan positif seperti pengembangan wirausaha,” ujarnya.
Menurut Ade, pembangunan ekonomi dan stabilitas keamanan saling berkaitan. Daerah yang aman akan mendorong pertumbuhan ekonomi, sementara gangguan keamanan dapat menghambat investasi dan kesejahteraan masyarakat. Ia menambahkan, tema wirausaha digital yang diangkat dalam workshop tersebut relevan dengan perkembangan zaman dan kebutuhan masyarakat saat ini.
“Kemandirian ekonomi masyarakat akan memperkuat ketahanan sosial dan mendukung terciptanya situasi yang aman dan kondusif,” pungkasnya.
