Bogor (7/9). PAC LDII Kelurahan Pabuaran membekali orang tua yang memiliki anak usia nikah melalui pengajian tentang persiapan membangun keluarga sakinah di Aula Al Hidayah, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Minggu (6/9/2026). Kegiatan tersebut bertujuan memperkuat peran orang tua dalam mendampingi generasi muda menuju kehidupan berkeluarga.
Pengajian diikuti para orang tua yang memiliki anak belum menikah, terutama yang telah berusia lebih dari 23 tahun. Kegiatan menjadi ruang bagi orang tua untuk memahami pentingnya pendampingan anak, baik dalam mempersiapkan pernikahan maupun menjalani kehidupan setelahnya.
Narasumber, Dr. Wilnan Fatahillah, menyampaikan materi “Membangun Keluarga Sakinah”. Ia menjelaskan, pernikahan bukan sekadar hidup bersama, tetapi proses bertumbuh dan berjuang bersama untuk membangun keluarga yang sakinah, mawaddah, warahmah.
Menurut Wilnan, suami dan istri perlu menempatkan rumah tangga sebagai sebuah tim. Keduanya memiliki kedudukan yang sejajar, dengan satu tujuan, komitmen, dan tanggung jawab dalam menjalani kehidupan bersama.
“Membangun rumah tangga adalah membangun tim. Suami dan istri harus memiliki satu tujuan, satu komitmen, dan satu hati untuk menghadapi perjalanan kehidupan bersama,” ujar Wilnan.
Ia menambahkan, keluarga sakinah bukan berarti bebas dari masalah. Keluarga sakinah justru ditandai kemampuan pasangan menghadapi persoalan, mengendalikan emosi, saling menghargai, serta menyelesaikan perbedaan melalui komunikasi dan musyawarah. Lima unsur yang ditekankan sebagai pilar keluarga sakinah meliputi kasih sayang, musyawarah, saling menghargai, tanggung jawab, dan doa bersama.
Bagi orang tua, pemahaman tersebut menjadi bekal untuk mendampingi anak memasuki usia pernikahan. Orang tua diharapkan tidak sekadar mendorong anak untuk menikah, tetapi turut membantu mempersiapkan visi, komitmen, tanggung jawab, dan kemampuan membangun kehidupan bersama pasangan.
Melalui kegiatan tersebut, PAC LDII Kelurahan Pabuaran berharap orang tua dan generasi muda memiliki pemahaman yang lebih matang dalam mempersiapkan pernikahan. Dengan kesiapan tersebut, generasi muda diharapkan mampu membangun keluarga yang sakinah, mawaddah, warahmah serta memberikan manfaat bagi keluarga dan masyarakat.
