Lines (7/5) – Ketua Umum DPP LDII KH Chriswanto Santoso menyampaikan apresiasi terhadap kebijakan Presiden Prabowo Subianto dalam peningkatan kualitas pelayanan ibadah haji. Menurutnya, kebijakan tersebut menunjukkan keberpihakan negara terhadap kebutuhan spiritual masyarakat.
“Ibadah haji adalah puncak ibadah yang menuntut kesiapan menyeluruh—bukan hanya finansial, tapi juga fisik, mental, dan spiritual. Maka, kenyamanan dan keamanan adalah faktor penting yang harus dipenuhi,” ujar KH Chriswanto.

KH Chriswanto menyoroti peresmian Terminal Haji dan Umrah 2F di Bandara Soekarno-Hatta sebagai langkah nyata dalam memuliakan jamaah. “Dengan adanya terminal khusus dan jalur Makkah Route, proses keberangkatan menjadi lebih tertib dan manusiawi,” ucapnya.
Ia juga menyoroti pentingnya pembenahan layanan saat jamaah telah tiba di tanah suci. Masalah klasik seperti kehilangan koper hingga kurangnya pendampingan rombongan perlu perhatian serius.
Untuk itu, ia menyambut baik rencana pembangunan kampung haji yang digagas pemerintah. “Sentralisasi kegiatan jamaah akan memudahkan koordinasi, sekaligus meningkatkan rasa aman dan nyaman,” tuturnya.
DPP LDII melalui Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) juga terus mendorong peningkatan kualitas layanan agar jamaah merasa terlayani secara menyeluruh.
Lebih jauh, KH Chriswanto juga mendukung wacana pembentukan kementerian atau lembaga khusus yang menangani urusan haji dan umrah. “Selama lembaga tersebut dikelola secara transparan, efisien, dan mampu menjawab kebutuhan jamaah, kami akan mendukung penuh,” tegasnya.
DPP LDII pun mendukung gagasan agar biaya haji Indonesia dapat ditekan melalui efisiensi dan pengelolaan dana yang akuntabel. “Biaya bisa turun jika dana dikelola dengan amanah dan penuh tanggung jawab, bukan hanya untuk dunia, tapi juga akhirat,” tutupnya.
